Minggu, 02 Desember 2012

Materi Bahasa Indonesia Kelas XI semester 1


MATERI BAHASA INDONESIA KELAS XI SEMESTER 1

Berbicara didepan massa

Berbicara didepan massa itu memiliki bermacam-macam cara, yakni:

1. Pidato
Bersifat penyampaian dengan satu arah.
2. Khotbah
Bersifat penyampaian dengan satu arah.
3. Ceramah
Ada interaksi antara penonton atau pendengar, dengan penceramah.
4. Presentasi
Bersifat penyampaian dengan satu arah, biasanya menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan.
5. Sambutan
6. MC (Master of Ceremony)
7. Dakwah

Adapun teknik/metode yang digunakan untuk berbicara didepan massa, adalah :

1. Menghafal
Kelebihannya adalah memahami isi dan tidak ada yang terlewat satupun. Namun, kekurangannya adalah minim terjadi interaksi dengan audiens dan terlihat kaku.
2. Ekstemporan
Bisa dilakukan dengan cara membuat catatan kecil yang berisi garis besar dari apa yang akan disampaikan.
3. Membaca teks
Contohnya adalah pidato kenegaraan yang dilakukan oleh bapak Presiden. Biasanya yang membuat teksnya adalah orang terpercayanya, dan Presiden hanya menyampaikan tulisan-tulisan tersebut. Kekurangan dari membaca teks adalah jenuh.
4. Impromtu
Teknik yang dilakukan secara spontan dan belum ada persiapan sebelumya.

Sistematika pidato, yakni:
1. Do’a
2. Salam
3. Sapaan
4. Pembukaan
5. Sambutan
6. Isi
7. Kesimpulan
8. Penutup


Berbicara didepan massa biasanya bertujuan untuk:
1. Menginformasikan kepada khalayak
2. Mengajak
3. Menghimbau / mengingatkan

Wawawancara

Wawancara merupakan percakapan antara dua orang agar dapat memperoleh informasi. Dalam proses wawancara terdapat penanya (pewawancara) dan pemberi informasi (narasumber).
1. Mendengarkan isi wawancara
Berdasarkan perilaku mendengarkan/menyimak, terdapat dua tipe perilaku dalam kegiatan mendengarkan/menyimak wawancara, yaitu sebagai berikut.
a. Menyimak faktual
Berarti menangkap serta memahami fakta-fakta, konsep-konsep, serta informasi yang disampaikan pembicara. Kegiatan yang dilakukan saat menyimak faktual adalah:
a) memusatkan perhatian pada pesan-pesan orang lain;
b) berusaha mendapatkan fakta-fakta.
b. Menyimak empatik (menyimak aktif atau menyimak pemahaman)
Kegiatan ini dapat membantu kita untuk memahami sikap psikologis dan emosional sang narasumber/pembicara dan bagaimana sikap tersebutmemengaruhi ujarnya. Kegiatan yang dilakukan saat menyimak empatik adalah:
a) memperhatikan isyarat-isyarat nonverbal (gerak-gerik anggota tubuh);
b) menempatkan diri pada posisi orang lain;
c) memusatkan perhatian pada pesan, bukan penampilan.
2. Mengungkapkan hasil wawancara

Membaca Paragraf Deduktif dan Induktif

a. Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terdapat pada awal paragraf. Contoh paragraf deduktif:
Kalimat selanjutnya disebut kalimat penjelas.
b. Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terdapat pada akhir paragraf. Biasanya, kalimat utama paragraf induktif menggunakan konjugasi penyimpul antar kalimat, seperti, jadi, maka, dengan demikian, akhirnya, oleh karena itu. Contoh paragraf induktif:

Menulis Daftar Pustaka dan Catatan Kaki

1. Daftar Pustaka (referensi/bibliografi/sumber acuan/sumber rujukan)
Adalah sumber informasi yang umumnya berasal dari sumber tertulis seperti buku-buku, koran-koran, majalah-majalah, dan sejenisnya. Daftar pusataka ditempatkan di bagian akhir dan ditulis di halaman tersendiri. Daftar pustaka disusun secara alfabetis dan tidak menggunakan nomor urut. Berikut contoh penulisan daftar pustaka:
a. Buku
b. Koran
c. Majalah

2. Catatan kaki
Fungsi dari catatan kaki adalah memberikan informasi mengenai suatu sumber.
a. Buku
b. Artikel

Proposal
Proposal merupakan kegiatan rencana. Tujuan pembuatan proposal, yakni mendapatkan bantuan berupa materi maupun non-materi. Bantuan materi dapat berbentuk tempat, sedangkan bantuan non-materi berbentuk perizinan. Proposal terdiri atas berbagai macam jenis, diantaranya proposal kegiatan (acara), penelitian, penyusunan tugas akhir, bantuan dan atau fasilitas.
Adapun sistematika dari proposal adalah:
a. Judul
b. Pendahuluan / latar belakang
c. Tujuan
d. Waktu dan tempat pelaksanaan
e. Sasaran
f. Jenis kegiatan
g. Susunan panitia / kepanitiaan
h. Anggaran
i. Penutup
j. Lembar pengesahan

Menganalisis unsur intrinsik hikayat
Hikayat adalah karya sastra Melayu Lama berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, silsilah raja-raja, agama, sejarah, biografi, atau gabungan dari semuanya. Pada zaman dahulu, hikayat dibaca untuk melipur lara, membangkitkan semangat juang, atau sekadar meramaikan pesta.
Ciri-ciri hikayat, diantaranya :
a. biasanya menceritakan kisah tokoh raja dan keluarganya (istanasentris);
b. bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika tersendiri atau bisa disebut juga fantastis;
c. mempergunakan bahasa arkais (klise), misalnya, hatta, syahdan, konon;
d. nama pengarang tidak disebutkan (anonim).
Tema yang dominan adalah petualangan dan alurnya cenderung monoton. Adapun contoh-contoh hikayat antara lain, “Hikayat Bayan Budiman”, “Hikayat Raja-raja Pasai”, “Hikayat Panji Semirang”

Surat Kuasa dan Surat Perjanjian Jual Beli
1. Surat Kuasa
Merupakan pelimpahan wewenang dari pemberi kuasa kepada penerima kuasa. Surat kuasa biasanya dibuat diatas kertas segel atau diatas materai. Ada dua jenis surat kuasa, yakni:
a. Pribadi
Contoh: dari orangtua ke anak, antar pelajar, dan antar individu.
b. Institusional (lembaga)
Contoh: dari atasan kepada bawahan dan sesama karyawan atau yang tingkatannya sejajar.
Adapun sistematika dari surat kuasa adalah:
1) Judul
2) Identitas pemberi dan penerima kuasa
3) Isi kewenangan
4) Penutup
5) Titimangsa
6) Tandatangan pemberi dan penerima kuasa

Sumber : http://witsqafadhilah.blogspot.com/2012/07/materi-bahasa-indonesia-kelas-xi-ipa.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar